KENDARAAN YANG DEKAT DENGAN “TUHAN”
Posted on 22/04/2009. Filed under: Catatan Ringan |

Apa tempat penyiksaan paling tragis sehari-hari.. yang kita harus bayar pula..
Kalo jawabannya MetroMini.. nilai seratus dan bonus tambahan lima puluh saya berikan sebagai apresiasi kejeniusan otak Melayu yang begitu awet dijaga, sehingga jarang digunakan hahaha….
MetroMini.. yaaa metroMini.. satu dari dua kendaraan “Tuhan” selain Bajaj… Bener.. ini bener kendaraan “Tuhan”… karena dengan di MetroMini lah setiap penumpang akan merasa dekat sama Tuhannya.. sampe-sampe ada lelucon bahwa setiap sopir MetroMini akan masuk “surga”.. kenapa.. iya lahh.. coba kalo kita ada di rumah-rumah ibadah dengerin para Ulama.. Pendeta.. Bhiksu.. khotbah dan doa.. yang ada bawaannya ngangguk-ngangguk sok ngarti.. padahal ngantuk.. karena ilernya ngeces sebagai indikator yang nggak bisa ngebohongin kondisi kita hahaha… tapi.. sekali waktu coba kita naik MetroMini yang di awaki oleh orang-orang berwajah sangar berhati Rinto dari daerah Sumatera utara.. maka.. boro-boro tidur.. yang ada kita akan khusyu berdoa.. inget dosa-dosa.. karena kali-kali aja perjalanan menggunakan MetroMini ini menjadi perjalanan terakhir kita di Dunia… achhhh..
Dan ternyata pula MetroMini mempunyai kesamaan dengan Bajaj.. selain sebagai angkutan umum dan berwarna orange… dua-duanya apabila belok.. muter.. melipir.. dan berenti.. hanya supirnya dan “Tuhan” yang tahu.. sedangkan kendaraan lain harap maklum aja kalo membawa kendaraannya deket-deket sama pemilik jalan ibukota itu..
Itu baru sisi sopir dan kernetnya loh.. lain lagi kalo kita bahas masalah design eksterior dan interiornya..
Eksterior MetroMini.. diciptakan berbentuk kotak memanjang selayaknya roti tawar Tan Ek Tjoan.. yang bagian atasnya berupa kaca geser.. kecuali kaca belakang dan di depan sopir yang besar dan bening seperti aquarium bila kita berdiri dan melihatnya dari pinggir jalan.. sedangkan sopirnya bagai gambaran ikan sapu-sapu yang menempel tidak beranjak dari tempatnya..
Kaca spion kiri kanan kebanyakan telah pecah dan diganti dengan kaca rias kecil yang sering dibawa oleh rombongan topeng monyet dan diikat menggunakan tali karet ban dalem.. Bentuknya melengkung keluar.. sering dialih fungsikan sebagai tempat menjemur handuk kecil supir apabila sedang ngetem lama..
Bahan utama penutup rangka mobilnya adalah lembar seng galvanil yang dipoles dempul setebal 2-3 cm.. diberi cat orange untuk mengambil kesan kokoh dan garang.. sehingga apabila terik datang.. kita akan serasa dalam spa berjalan..
Yang tidak boleh terlupakan untuk eksterior MetroMini, selain sticker trayek dan nomor trayek di depan kaca sopir.. maka setiap MetroMini kudu wajib menempel sticker tulisan dibagian belakang kendaraan.. “Tao Toba”.. “Doa Ibu”.. “Nasibku diatas empat roda”.. “Tapian Nauli”.. “Ada uang abang pulang, tak ada uang abang ngetem dipangkalan”.. dan sebagainya.. bisa jadi tulisan tersebut merupakan gambaran suasana hidup dari para perantau-perantau yang cuman ngarti bawa mobil tanpa tau aturan…
Interior yang ada jauh dari kesan mewah bahkan seadanya sekalipun.. tinggi atap yang tidak lebih dari 170 cm membuat para penggiat basket “mengharamkan” naek MetroMini.. mereka percaya akan “Bongkok Premateur” apa bila setiap hari menumpangnya… Mungkin.. ini baru mungkin loh.. para designer interior MetroMini adalah kaum Hobbit di skuel Lord of The Rings… sehingga 170 cm menjadi begitu tinggi selayaknya kapel Katedral di Monas sana..
Bangku yang disusun dua-dua.. kecuali bangku belakang… begitu rapat terkadang bahkan sering membuat ujung dengkul lebam..
Hanya anak SD yang berani bicara “.. eh bangkunya enak yahhh.. luasss.. dan bisa ayun ayun kaki…”
Pernah seorang bule jangkung naek dan mendapat tempat duduk ditengah… tapi justru menjadi pemandangan aneh… karena untuk bisa duduk “Nyaman” si bule harus menekuk dengkulnya hingga menyentuh dagu tanpa bisa bergerak selama perjalanan hahaha…
Bangku belakang… biasanya direnovasi dengan menggunakan balok panjang.. jangan lagi ditanya empuknya… untuk orang-orang yang menderita wasir atau ambeyen, cepatlah bertobat, apabila trayek anda melewati jalan-jalan rusak berlobang dan panjang.. model kaya jalan-jalan di Bekasi hahaha…
Sering ban serep diletakkan dilantainya.. ada tujuan tersembunyi dari kernet yang dengan sengaja meletakkannya dibelakang… mereka berharap agar para wanita yang menggunakan rok pendek dapat memperlihatkan kemulusan paha.. syukur-syukur hingga pelosok dalemnya, apabila duduk dan meletakkan kaki diatas ban serep tersebut..
Dan dari seluruh tempat di dalam MetroMini… hanya dibagian cokpit lah tempat paling sedikit manusiawi.. lumayan luas.. dekat sang “kapten”.. pemandangan kedepan yang terhampar.. dan aman dari para pengasong dan pengamen..
Meskipun sangat dekat dengan mesin mobil bahkan kita duduk diatas mesin yang hanya diberi karpet kumal peredam panas… yahh minimal hanya siksaan bengek akan terjadi pada kita kelak..
Lorong lalu lintas penumpang hanya berukuran 0,5 m.. tidak akan cukup untuk berdiri 2 orang.. kecuali kita harus saling berhadapan.. lumayan apabila kita mendapat partner wanita muda cantik.. bila berhadapan muka maka alhamdullillah saya dapat begitu dekat memperhatikan wajahnya.. sampe-sampe jerawat.. tahi lalat.. bahkan pori-pori kulitnya begitu nyata dipandangan saya..
Tapi bila berhadapan belakang… lebih Alhamdulillah.. bokong saya dan bokongnya akan saling bersentuhan… nahhh kalo yang seperti ini saya rela naek MetroMini Jakarta – Surabaya… sayangnya kesenangan tersebut tersebut sering terganggu oleh kehadiran pengasong atau pengamen yang punya mantra “..Seribu.. dua ribu tidak akan membuat anda miskin…”…glekk..
Like this:
Be the first to like this post.
Make a Comment
Tinggalkan Balasan
Comments RSS Feed
Where's The Comment Form?
gila, keren banget tulisannya. menghibur dan kreative. salut
Best Regards for your articles
dijournalist
25/04/2009